Postingan

Meron Amai

Gambar
 Melon Unggul Masuk Kampung, Harga Saudara Kandung Hmm, segar! Terbayang betapa nikmatnya menyantap melon yang manis dan berair di siang hari saat cuaca panas membakar bumi. Aromanya yang wangi pun begitu membuai dan menggoda indra pengecap untuk mengunyah sepotong demi sepotong buah jenis labu-labuan yang menyegarkan ini. Menggiurkan, bukan? Apalagi jika melon tersebut hasil petik sendiri di greenhouse hidroponik yang kualitasnya jelas bukan kaleng-kaleng.  Bibit berkelas, rasa berkualitas, dan tentu saja membuat penikmatnya puas. Jika Anda ingin merasakan sensasinya, datang saja ke greenhouse Meron Amai Farm yang terletak di Desa Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen. Perkebunan mandiri ini milik seorang pemuda milenial bernama Fais Azhar (25 tahun).  Pemuda lulusan Human Academy Japanese Languange School,  Tokyo, mengaku belajar secara otodidak cara penanaman buah melon. Ternyata hasil belajar kerasnya dari membaca, menonton video, dan datang langsun...

Pantai Dewa Ruci

Gambar
  Dewa Ruci Siap Menyambut Datangnya Wisatawan Jatimalang Dewa Ruci setinggi enam meter ini berdiri gagah. Posisinya lurus dari pintu masuk, siap menyambut datangnya pengunjung. Inilah icon unik dari objek wisata Pantai Jatimalang yang berada di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Seperti pantai daerah Selatan lainnya, di sini pun terkenal dengan ombaknya yang besar. Akan tetapi, pasir hitam yang menghias sepanjang garis pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kontras sekali dengan keindahan sunrise ataupun sunset yang bisa dinikmati. Selain itu untuk menambah kenyamanan, pengelola objek wisata pun menyewakan saung-saung bagi pengunjung. Sangat cocok jika digunakan untuk bersantai sambil menikmati kulineran khas pantai Selatan. Di sini ada lotek dengan aroma daun jeruk yang membuat lidah semakin nikmat bergoyang sejak suapan pertama. Mendoan digoreng dadakan dengan sambal kecap pun turut melengkapi dan menjadi sempurna ketika ditambah dengan se...

PCM PETANAHAN

Gambar
Semarak Peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah Petanahan Hujan deras yang mengguyur pada Ahad pagi, 5 November 2023 ini membawa kemeriahan tersendiri bagi warga Petanahan, Kebumen. Pasalnya, puluhan warga tampak antusias menghadiri acara Peresmian Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Petanahan dan Pengukuhan PCM & PCA Petanahan Periode Muktamar ke-48. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kebumen, para Direktur Amal Usaha Muhammadiyah, Pejabat Struktural dan non Struktural Kecamatan Petanahan, Perwakilan Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiah, Pelajar Muhammadiyah, Anggota Tapak Suci, dan jemaah majelis PCM Petanahan dan sekitarnya. "Terima kasih atas semangat bapak ibu untuk hadir di sini dengan keadaan waras, wasis, wareg . Jika kita melihat Palestina, mereka dalam kondisi urung madang, mriyang, lagi perang, " ucap Bapak Hadi Purnomo selaku Ketua Panitia dalam sambutannya yang mengingatkan kita akan keadaan Palestina. Pernyataan ini pun selaras dengan pembacaan puisi yang ...

Pelatihan Jurnalistik

Gambar
  Pelatihan Jurnalistik sebagai Gebrakan Syiar Digital Sumber: Panitia (MPI PDM Kebumen) " Muhammadiyah sebagai organisasi yang besar dan kaya, apakah akan sanggup bertahan di era digital 5.0 ini?" Pertanyaan yang menggelitik ini disampaikan oleh Estria Nurjanah selaku Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Kebumen. (Minggu, 8 Oktober 2023) Sebagai solusi dari pertanyaan tersebut maka digelarlah Pelatihan Jurnalistik dan Media Digital oleh MPI PDM Kebumen yang bertempat di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Gombong, tepatnya di Ruang Kuliah 1 lantai 2. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat terbukti dengan hadirnya peserta dengan jumlah 150 orang, melebihi target yang telah ditentukan. Peserta pun beragam mulai dari perwakilan ortom muhammadiyah, guru dan pelajar, serta masyarakat umum yang berasal dari Kebumen ujung timur sampai barat. Sumber: Koleksi Ida Purwati, peserta Pelatihan Jurnalistik Hadir pemateri dalam...

Rumah Sehat

Gambar
 Rumah Sehat Kembali ke Tempat, Belajar Bersyukur Orang bijak pernah berkata, "Datanglah ke rumah sakit, maka kau akan bersyukur." Benarkah demikian? Jika dipikir, memang benar adanya. Di tempat ini, aku sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting dan harganya mahal. Meski tak pernah terbesit dalam pikiran jika aku akan berada di sini, bekerja di lingkungan yang berbau obat. Suasana lingkungan kerja yang sejak kecil aku tolak dan ingin dihindari. "Besok gede jadi perawat, ya?" Harapan bapak kala aku kecil selalu terngiang dan tak pernah ku–aamiinkan.  Aku benci jarum suntik. Aku takut dan ngeri lihat darah. Aku tak suka bau obat. Inginnya, aku jadi guru. Berada di lingkungan yang banyak anak-anak, belajar bersama, dan bisa melihat perkembangan serta pertumbuhan anak didik hingga mereka sukses. Alhamdulillah, meski aku tak bersarjana S.Pd, Allah sayang padaku dan memberikan kesempatan untuk berbagi ilmu. Aku pernah mengajar di lembaga pendidikan formal, juga mengajar p...

SANTRI AL KAHFI NGAJI LITERASI

Gambar
  SANTRI AL KAHFI NGAJI LITERASI Keren ... Luar biasa!  Aku pun tak percaya dengan apa yang sudah kulakukan hari ini. Sesuatu yang berharga dan luar biasa, bahkan tak masuk di akalku.  Senin malam, 20 Desember 2021 sekitar pukul 22.04 WIB, seorang laki-laki tak dikenal menghubungiku melalui pesan Whatsapp.  "Assalamu'alaikum, punten, Mbak, salam kenal saya Imam temennya Pak Nanang. Saya dapat dawuh dari pesantren besok pagi santri di suruh workshop pelatihan penulisan, kebetulan mendadak disuruh mengundang penulis di Kebumen untuk sharing tentang dunia literasi." Ekspresi 'hah' melongo menjadi ungkapan pertama. Bagaimana bisa malam-malam begini dapat undangan kayak tahu bulat dari orang yang belum kukenal dan dia minta agar diri ini menjadi pemateri dalam sharing literasi.  Maa syaa Allah! Speechless, tentu saja.  Akhirnya aku cek profil kontaknya, tertulis nama sebagai Imam Nur Hidayat. Kemudian aku pun mencoba mencari kejelasan dengan maksudnya dan diunda...

SAJIAN SUPER CHEF

Gambar
SAJIAN SUPER CHEF IP 2021 Sumber: Nurvaida Alhamdulillah, diklat kepengurusan Super Chef Ibu Profesional telah sampai di ujung waktu. Tentu banyak sekali insight yang didapat selama belajar bersama Master Chef keren nan penuh semangat.  Agar semangat belajar tetap terjaga dan resep-resep "memasak ramuan istimewa" tetap terpatri dalam ingatan, maka inilah hasil diskusi kami—warga IP Banyumasa Raya—dalam menyajikan resep istimewa dalam challenge Super Chef Ibu Profesional 2021. Sumber: FBG Super Chef IP 2021 Setelah melakukan diskusi di WAG KEBUN BUAH KARYA—rumah pengurusnya warga IP Banyumas Raya—maka didapat kesimpulan bahwa IP Banyumas Raya memiliki: √ Kekuatan Regional:  Banyak member produktif dengan passion dan keahliannya Budaya member yang beragam karena cakupan wilayah luas √ Keterbatasan: Komunikasi masih terkotak-terkotak dalam masing-masing komponen Belum bisa memastikan komitmen member untuk berkontribusi dalam memajukan IPBR √ Tantangan: Membuat forum komunikasi u...

BERKARYA BAHAGIA

Gambar
BAHAGIA DENGAN BERKARYA (Menulis Cerita Anak)   Sebelumnya izin mengenalkan diri saya sebagai pembelajar yang baru sedikit menelurkan karya. Semoga ke depannya lebih bermanfaat lagi.     Siapa yang paling suka mendengar cerita? Atau bercerita, mungkin? Pasti semua teman-teman di sini suka mendengar sebuah cerita. Baik cerita tetangga baru, perhiasan baru, anak baru, atau pacar baru. Eh, ini sih cerita unfaedah, ya? Jangan keblabasan, nanti makin asyik.   Intinya, setiap orang pasti suka bercerita dan minimalnya mendengarkan cerita. Apalagi cerita tentang perkembangan anak-anak yang saleh dan salihah. Nah, pernahkan teman-teman bercerita tentang sebuah tokoh dalam bacaan kepada anak? Atau, justru anak teman-teman yang pandai bercerita? Ma syaa Allah, luar biasa. Bagaimana respon ananda ketika dibacakan cerita? Yuk, boleh sharing. Banyak sekali respon yang disampaikan anak setelah dibacakan cerita. Bisa bertanya, berimajinasi, berkreasi, atau lainny...

MALAS? JEWER!

Gambar
 MALAS? JEWER! Hai sobat, kamu enggak mau kan, ditinggalin pas lagi sayang-sayangnya? Sama, saya pun tidak. Rasanya itu greget dan gemas sendiri, mengundang penyesalan. Parah lagi kalau marah-marah enggak guna. Ups! Sebenarnya yang dibahas apa, sih? Kok enggak nyambung? Hehe. Saya mau membahas masalah literasi ya, Miss. Maksudnya begini, ketika kita lagi senang belajar menulis terus mengikuti lomba atau even dari sebuah komunitas, eh ... tahu-tahu sudah dateline! Pasti panik, ya? Apalagi jika naskah belum siap atau malah belum digarap dan auto ingat hadiahnya voucher liburan ke Paris. Wow! Bagaimana mengatasi kondisi seperti di atas? Yuk, kita cari tahu! Nah, resep sederhana dan mudah untuk dijadikan panutan itu di antaranya begini: 1. Berlatih     Teruslah berlatih menulis meski tak ada lomba atau tugas. Ingat ya, pisau itu semakin diasah maka semakin tajam. Sama halnya dengan otak kita. Semakin dipakai makan semakin encer. Kalau enggak dipakai mikir, lama-lama ya pusing...

OH, BABY ... ON THE WAY

Gambar
 OH, BABY ... ON THE WAY Oh, Baby Rindu ini mengusik malam Membuat mata enggan terpejam Angan mengembara jauh ... jauh tak terbayang Rindu ini menyayat hati, tajam! Air mata menganak sungai Isak tangis tersekat di kerongkongan Basah membasahi hidung Napas pun tersengal, sesak! Oh, baby ... on the way! Senyum menghiasi Menghibur hati sendiri Lisan terus merapal Mantra-mantra hanya pada Tuhan Ya Rabbi, dengarkan ... oh dengarkan! Pinta hamba dari lubuk terdalam Rabbi habli minas shalihin Rabbi habli minas shalihin Rabbi habli minas shalihin Ya Rabbi, berkali kupinta Doa yang sama hanya untuk dia Sosok mungil yang masih tertahan di sana Inilah doa nabi Zakariya Permohonan suci dari jiwa Keinginan seorang nabi mulia Rabbi habli miladunka dzuriyatan thayibatan innaka sami'ud dunga Rabbi habli miladunka dzuriyatan thayibatan innaka sami'ud dunga Rabbi habli miladunka dzuriyatan thayibatan innaka sami'ud dunga Harapku dalam keyakinan Semoga Engkau rida kabulkan Permintaan hamba-Mu...

MENJAGA WARISAN BANGSA

Gambar
  MENJAGA WARISAN BANGSA Alhamdulillah, pada 17 Desember lalu pantun sudah diakui dunia. Ya, UNESCO telah menetapkan bahwa pantun merupakan warisan budaya tak benda dari Indonesia dan Malaysia. Sejak dulu, karya sastra lama ini sudah berkembang dalam masyarakat nusantara secara lisan dan turun temurun. Bahkan, nama pantun di setiap daerah pun berbeda-beda. Misalnya saja di Jawa Tengah, masyarakat mengenal dengan istilah parikan. Contohnya: Manuk tuhu menclok pager Wong sinau mesthi pinter Itu baru satu contoh di Jawa Tengah. Padahal wilayah Indonesia sangatlah luas dari Sabang sampai Merauke. Terbayang bukan, ragam jenis pantun dari daerah lain? Kata pantun sendiri berasal dari akar kata 'tun' dari bahasa Kawi yang artinya teratur; tersusun. Jadi, bisa dikatakan bahwa pantun merupakan karangan indah yang tersusun dengan aturan terikat atau tidak terikat. Selama ini, apakah yang sobat tahu tentang pantun? Nah, berikut jawaban para ahli terkait pantun agar kita lebih memahaminya,...